Oleh: harui | April 7, 2008

Konoha village de youkoso !!

Budha dan Shinto adalah dua agama yang paling banyak dianut orang Jepang. Bahkan orang tak beragama di Jepang pun setidaknya memiliki altar Budha atau Shinto di rumahnya. Budha Agama Budha masuk ke Jepang sekitar abad ke-5. ajaran agama Budha di Jepang mempercayai dewa mathari atau dikenal dengan nama Amaterasu sebagai dewa tertinggi yang dianggap sebagai penjelmaan Budha Daichi . Agama Budha di Jepang yang paling terkenal adalah ajaran Budha Zen yang diserap dari China. Sama seperti agama Budha di seluruh dunia, kitab suci agama Budha di Jepang adalah tripitaka. Sedangkan tempat ibadahnya adalah kuil. Kuil Budha dalam bahasa Jepang disebut o-tera atau ji, ada juga yang menyebut dengan nama –in walau sangat jarang. Beberapa kuil Budha yang sangat terkenal di Jepang antara lain Horyuu-ji di Nara.

Kuil Horyuu yang merupakan kuil Budha tertua di Jepang itu terkenal akan bengunan kayunya yang dianggap bangunan kayu tertua di dunia. Ada juga kuil Kinkaku-ji dan Ginkaku-ji yang terkenal karena bangunannya dilapisi emas dan perak. Ciri utama dari arsitektur kuil Budha adalah bangunannya yang mirip bangunan tradisional Jepang. Terdiri dari tiang kayu yang tinggi dan tebal, di mana setiap tiang menyangga sebuah besi besar untuk menahan bangunan kuil. Atap kuil-kuil Budha di Jepang berbeda satu sama lain, namun pada umumnya dipasang berdasarkan konsep atap bertumpuk. Kuil-kuil tua di Jepang kini atapnya sudah dirombak mengikuti desain modern, sedangkan atap kuil-kuil yang baru kebanyakan dipasang dengan atap gaya modern yang lebih datar. Setiap kuil Budha memiliki 3 bangunan dasar, yaitu sebuah tou [pagoda] dengan tiga atau lima tingkatan, sebuah kondo/honden berupa halaman utama yang sangat luas yang terletak di depan kuil, dan sebuah kodo [ruangan utama biara]. Bagunan utama kuil Budha sendiri dikenal dengan sebutan garan haichi. Bangunan utama ini terdiri dari gerbang yang terdapat dua patung penjaga, menara, kondo dan kodo yang berdiri sepanjang arah selatan ke utara. Di arah sayap barat dan timur gerbang terdapat koridor yang menghubungkan ke sebelah utara kodo dan bersatu dengan serambi di sekeliling pagoda dan ruang utama kuil. Pola bangunan semacam ini sebenarnya mengikuti pola kuil Budha di China. Banyak kuil terkenal di Jepang yang dibangun berdasarkan pola kuil china, contohnya Enryaku-ji yang terletak di puncak Gunung Hiei, timur laut Kyoto. Posisi kuil di atas gunung dipercaya bisa melindungi kota dari roh jahat. Shinto Agama Shinto muncul di Jepang pada abad ke-6 yang dianggap sebagai agama asli orang Jepang. Nama Shinto berasal daro huruf kanji kami [dewa/tuhan] dan michi [jalan] yang pelafalannya diserap dari bahasa mandarin menjadi shin dan tou, yang artinya “Jalan dewa/tuhan”. Ajaran agama Shinto sendiri mengacu pada kepercayaan konfusianisme di China. System kepercayaan yang dianut agama ini animisme karena mempercayai banyak dewa. Menurut agama Shinto, setiap benda atau tempat terdapat kami, mulai dari batu, pohon, air terjun, gunung, hewan, bahkan roh orang meninggal. Karenanya tak heran agama Shinto melakukan penyembahan pada arwah leluhur/ nenek moyang. Karena begitu banyaknya kami dalam agama Shinto, maka muncul sebutan yaoyorozu no Kami yang artinya “delapan juta kami”. Walau demikian, kami yang paling banyak disembah umat Shinto adalah dewa matahari Amaterasu. Karena itu ajaran agama Shinto pun memuja kaisar Jepang yang dianggap keturunan Amaterasu. Berbeda dengan agama lain, dalam agama Shinto tidak ada ajaran yang pasti, tidak ada tempat ibadah khusus, tidak ada dewa yang benar-benar dianggap paling suci, dan tak ada cara yang pasti bagaimana penyembahan pada para kami. Hal ini disebabkan agama Shinto percaya bahea kami hidup berpindah-pindah tempat. Agama Shinto dibagi menjadi 4 bagian, yaitu jinja-shinto [Agama Shinto tertua yang menjadi pedoman tradisi Shinto masa kini], shuuha-shinto [Agama Shinto yang berkembang sejak abad 19. mereka tidak memiliki tempat ibadah, namun suka melakukan pemujaan pada kami di gunung, seprti gunung Fuji], minzoku-shinto [Agama Shinto yang mempercayai roh, dewa, dan cenayang. Suka melakukan upacara pemasukan dan pengusiran roh], serta kokka-shinto [Agama Shinto yang hanya berkenmbang pada periode Meiji, di mana kaisar dianggap sebagai tuhan].Setelah masuknya agama Budha, kuil-kuil Shinto mulai dibangun sebagai rumah bagi para kami secara permanent [shaden]. Shaden yang pertama kali dibangun berlokasi di Izumo [659] dan Ise [690]. Kuil Shinto dalam bahasa Jepang disebut jinja atau o-miya. Yang membedakan bagunan kuil Shinto dengan kuil Budha adalah adanya sebuah gerbang merah torii. Gerbang torii dipercaya merupakan palang yang memisahkan dunia manusia dengan dunia tempat kami tinggal. Sebuah jinja biasanya terdapat honden dan haiden. Honden adalah sebuah bangunan suci yang dipercaya terdapat goshintai [tubuh suci kami], karenanya tidak boleh dimasuki orang sembarangan. Sedangkan haiden merupakan bangunan yang bebas dimasuki orang awam. Honden yang berupa ruangan kecil tak berdekorasi ini terletak di belakang haiden. Di beberapa jinja yang terkenal, di dekat gerbang torii terdapat shamushi [ruangan tempat tinggal pengurus jinja] dan chouzuya atau tempat menyucikan diri sebelum masuk kuil. Di tempat tersebut terdapat bashin, berupa bak berisi air dan gayung kecil untuk minum atau mencuci muka/tangan. Di sekitar bagunan jinja juga selalu terdapat beberapa dekorasi seperti koma-inu [pantung anjing], toro [lentera], romon [gerbang menara], kaguraden [pavilion tari Shinto], tamagaki [pagar kuil], dll. Sejak periode Nara hingga awal periode Meiji, jarang sekali ditemukan adanya kuil Budha yang dibangun di dekat kuil Shinto, namun ada juga jinja yang di dalamnya terdapat kuil Budha, disebut jinguji. Sebuah jinja biasanya dijaga oleh pengurus yang dinamakan ujiko, kadang ada juga seorang kannushi yang bertindak selaku pemimpin upacara pemujaan. Sedangkan jinguji dijaga oleh pendeta Budha.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: