Oleh: harui | April 7, 2008

surga tak selamanya dibawah kaki ibu

banyak orang yang berkata seorang ibu seperti seorang dewa… tapi pada kenyataannya tidak selalu begitu seperti

  • Kasus Pembunuhan Bayi

PEMALANG – Kasus pembunuhan seorang bayi yang dilakukan ibu kandungnya sendiri di Dukuh Sigeblok, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Pemalang, kemarin telah dilakukan rekonstruksi. Namun, reka ulang perkara itu tidak di desa yang berada di pelosok selatan Pemalang itu, melainkan di rumah penduduk di sebelah Mapolres.

Rekonstruksi berjalan lancar, meski mendapat perhatian dari sejumlah penduduk sekitar. Berbeda jika dilakukan di lokasi kejadian, akan didatangi puluhan, bahkan mungkin ratusan warga. Tersangka Sutri (30), memperagakan saat membunuh bayinya. Sedangkan budenya, Kartini, diperagakan penduduk dekat Mapolres. Saat membunuh bayinya setelah beberapa menit keluar dari rahimnya, ternyata dia menggunakan sendok makan, bukan gagang sendok makan seperti yang pernah diberitakan. Seperti orang memotong daging dengan sendok di atas piring, tersangka menekankan sendok ke leher bayi sebelah kiri hingga tewas. Bayinya menangis beberapa saat, setelah itu tak bernapas lagi. Kemudian datang bude tersangka, Kartini, memegang kepala bayi yang sudah tak bernapas itu. Lalu Kartini memandikan bayi pada ember air yang sudah disiapkan tersangka. Setelah bayi dimandikan, dibawa Kartini dan ditaruh di atas meja ruang depan. Sementara proses kelahiran di dapur. Terbongkar Tersangka kemudian mandi di sumur yang berada di belakang rumah. Dia berjalan dipapah Kartini. Setelah mandi, baru kemudian para tetangga berdatangan dan terbongkarlah kasus pembunuhan sadis itu. Tersangka ketika melakukan adegan kelahiran dan pembunuhan bayi, nampak tidak menunjukkan perasaan sedih. Ketika ditanya apakah dia sudah siap memberikan nama untuk anaknya yang malang itu, dia menjawab pendek, tidak punya nama untuk anaknya. Dia pun hanya diam tanpa ekspresi saat ditanya apakah merasa kasihan membunuh bayinya. Kapolres AKBP Drs Moechgiyarto lewat Kasat Reskrim AKP Suwandi mengatakan, dialihkannya pelaksanaan rekonstruksi di rumah penduduk dekat Mapolres karena pertimbangan keamanan. Selain itu, juga mengingat tersangka masih punya anak kecil, sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi kejiwaan anak terangka. “Alasan lain, ibu tersangka masih menderita sakit parah. Saya takut nanti kalau melihat rekonstruksi akan terjadi apa-apa, apalagi diperbolehkan pelaksanaan rekonstruksi dilakukan bukan di lokasi kejadian,” katanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: