Oleh: harui | Mei 13, 2008

Pasar Embrio Tipar Dijadikan Sarang Penyamun

JAKARTA – Warga Kelurahan Semper Barat Jakarta Utara minta agar Pasar Embrio yang berlokasi di Jalan Tipar Timur difungsikan kembali. Sebab sejak tahun 2004 kondisi pasar ditinggalkan pedagang hingga saat ini sebagai sarang kriminalitas atau penyamun.

“Beberapa waktu lalu ada orang ditangkap karena pesta narkoba di dalam pasar. Sedangkan kalau malam hari sepi karena bangunan kios pasar kosong,” ungkap Ny Neni warga RW 04 Semper Barat, Sabtu (4/5).

Ia menambahkan sebagian besar pedagang yang ada memilih berjualan di pinggir jalan yang dekat dengan jalan raya. Sedangkan lokasi pasar ini lokasinya jauh dan tidak dilalui angkutan umum hingga suasananya sepi. ”Pedagang milih gelar lapak di pinggir jalan. Padahal sudah dilarang dan disediakan lokasi di Pasar Embrio ini untuk menampung mereka,” katanya.

Pasar yang mempunyai luas lahan 6.000 meter persegi ini, terdiri dari 220 kios dan merupakan binaan dari Suku Dinas Usaha Kecil dan Menengah (Sudin UKM) Jakut. Saat ini pedagang yang masih bertahan di lokasi pasar tersebut tinggal sembilan pedagang.”Kami minta pemerintah memfungsikan kembali pasar yang ada agar lokasi pasar lebih ramai,” pinta Ny Neni.

Hal senada juga dikatakan Saman warga setempat kondisi ramai pasar bila hari libur dan hari Minggu baru ada pembelinya. Karena di halaman parkir pasar sering dipakai untuk kegiatan senam oleh warga.”Setelah selesai senam mereka langsung belanja sayuran untuk dimasak,” jelasnya.

CARI SOLUSI
Mereka berharap dicarikan solusi agar kondisi pasar bisa ramai kembali. Baik dengan membuka akses kendaraan umum melintasi depan pasar maupun menertibkan pedagang yang jualan di pinggir jalan. ”Sayang dong bangunan sudah ada namun tidak dimanfaatkan oleh pedagang, harusnya pemerintah bisa carikan solusi,” imbuh Saman

Lurah Semper Barat, Fredi Setiawan mengatakan Pasar Embrio ini harus bisa di manfaatkan para pedagang untuk melakukan aktivitas jual-beli. Namun pihaknya juga heran kenapa pedagang justru kembali ke tempat semula padahal sudah dilarang.

“Sering ditertibkan agar tidak jualan di pinggir jalan, namun mereka kembali lagi,” tegas Fredi, sambil mengatakan akses kendaraan umum APB 02 Jurusan Tanjung Priok menuju Pasar Embrio tidak sampai lokasi mungkin sebagai penyebabnya pasar sepi. ”Kami akan coba mencarikan solusi untuk masalah ini agar pasar yang sudah ada bisa dimanfaatkan kembali.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: